Selasa, 11 Maret 2014

Ragam Bahasa Indonesia


www.gunadarma.ac.id

Bahasa adalah jiwa bangsa, dan berbicara tantang ragam Bahasa Indonesia, banyak pembahasan yang terkandung didalamnya. Saya aka sedikit berbagi secara umum apa itu Bahasa, dan khususnya Ragam Bahasa Indonesia. 
adalah kapasitas khusus yang ada pada manusia untuk memperoleh dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks, dan sebuah bahasa adalah contoh spesifik dari sistem tersebut. Kajian ilmiah terhadap bahasa disebut dengan linguistic.

Jenis ragam bahasa
  • Ragam bahasa undang-undang
  • Ragam bahasa jurnalistik
  • Ragam bahasa ilmiah
  • Ragam bahasa sastra
    • Ragam lisan yang antara lain meliputi:
  • Ragam bahasa cakapan
  • Ragam bahasa pidato
  • Ragam bahasa kuliah
  • Ragam bahasa panggung
    • Ragam tulis yang antara lain meliputi:
  • Ragam bahasa teknis
  • Ragam bahasa undang-undang
  • Ragam bahasa catatan
  • Ragam bahasa surat
  • Ragam bahasa resmi
  • Ragam bahasa akrab
  • Ragam bahasa agak resmi
  • Ragam bahasa santai
  • dan sebagainya

Ditinjau dari 2 sudut    :

-          Menurut golongan penutur bahasa .

-          Jenis pemakai bahasa .Sudut Pandang Penutur Bahasa

-          Ragam Daerah à Logat atau Dialek.

-          Ragam Pendidikan à Ragam Bahasa Baku dan Tidak Baku.

-          Sikap Penutur  Mencakup sejumlah corak bahasa indonesia yang masing-masing pada asasnya tersedia bagi tiap-tiap pemakai bahasa.
Cir
i 

–         Ciri ragam Bahasa Baku

-          Kemantapan Dinamis à Memiliki kaidah dan aturan yang relatif tetap dan luwes

-          Kecerdikiaan à Bahasa baku sanggup mengungkapkan proses pemikiran yang rumit di berbagai ilmu dan teknologi

-          Keseragaman Kaidah à Keseragaman aturan atau norma
Kapan Bahasan Indonesia Baku digunakan ?

1.      Komunikasi resmi
2.      Wacana teknis
3.      Pembicaraan di depan umum
4.      Pembicaraan orng yang dihormati, lebih tua, lebih tinggi status sosialnya dan orang yang dikenal
Ciri Struktur (unsur-unsur) bahasa indonesia baku

Pemakaian awalan me- dan ber- (bila ada) secara eksplisit dan konsisiten.
Pemakaian fungsi gramatikal (S – P, dsb secara eksplisit dan konsisiten)
Pemakaian fungsi bahwa dan karena (bila ada) secara eksplisit dan konsisten (pemakaian kata
penghubung secara tepat dan ajeg)
Pemakaian pola frase verbal aspek + agen  + verba (bila ada) secara konsisten.
Pemakaian Konstruksi sintesis (lawan analits)
Pemakaian partikel kah, lah, dan pun secara konsisten.
Pemakaian preposisi yang tepat
Pemakaian bentuk ulang yang tepat menurut fungsi dan tempatnya.
Pemakaian unsur-unsur leksikal berikut berbedaan dari unsur-unsur yang menandai bahasa indonesia
baku.
Pemakaian ejaan resmi yang sedang berlaku (EYD)
Pemakaian peristilahan resmi
Pemakaian kaidah yang baku.


Perbedaan Ragam Bahasa Tulisan dan Bahasan Lisan
Dari segi suasana Peristiwa

Tulisan : tidak berhadapan, lebih lengkap, ringkas, jelas
Dari segi Intonasi
Panjang pendek, tinggi rendah, keras, lembutTulis :
 lebih rumit3 karakteristik bahasa tulisan menurutt 
Goeller Accuracy        : Segala informasi atau gagasan yang dituliskan dapat memberi keyakianan bagi pembaca bahwa hal tersebut masuk akal atau logis.                       
Brevety           : Gagasan tertulis yang disampaikan bersifat singkat.                      
Claryty            : Jelas, mudah dipahamiBerbahasa Indonesia yang Baik
Ø      sesuai dengan tempat terjadinya kontak bahasa, sesuai dengan siapa lawan bicara, dan sesuai dengan topik pembicaraan.
Ø      Tidak selalu beragam baku
Ø      Pemanfaatan ragam yang tepat dan serasi menurut golongan penutur dan jenis pemakaiannya.
Berbahasa Indonesia yang Benar

Ø      Berbahasa indonesia yang sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam bahasa indonesia.
Ø      Pemakaian bahasa yang mengikuti kaidah yang dibakukan atau dianggap baku itulah yang merupakan bahasa yang benar atau betul.
Berbahasa Indonesia yang baik dan benar

Ø      pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan yang mengikuti kaidah bahasa yang betul
JENIS RAGAM BAHASABerdasarkan pokok pembicaraan, ragam bahasa dibedakan antara lain atas :-          Ragam bahasa undang-undang
-          Ragam bahasa jurnalistik
-          Ragam bahasa ilmiah
-          Ragam bahasa sastra
Berdasarkan media pembicaraan, ragam bahasa dibedakan atas :

1.      Ragam lisan yang antara lain meliputi :
-          Ragam bahasa cakapan
-          Ragam bahasa pidato
-          Ragam bahasa kuliah
-          Ragam bahasa panggung
2.      Ragam tulis yang antara lain meliputi :
-          Ragam bahasa teknis
-          Ragam bahasa undang-undang
-          Ragam bahasa catatan
-          Ragam bahasa suratRagam bahasa menurut hubungan anatar pembicara dibedakan menurut akrab tidaknya pembicaraan

-          Ragam bahasa resmi
-          Ragam bahasa akrab
-          Ragam bahasa agak resmi
-          Ragam bahasa santai
-          Dan sebagainya.
Berdasarkan pokok pembicaraan, ragam bahasa dibedakan antara lain atas:
Berdasarkan media pembicaraan, ragam bahasa dibedakan atas:
Ragam bahasa menurut hubungan antarpembiacra dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara

sumber : 
http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa
http
http://strawberrycupcup.blogspot.com/2013/10/ragam-bahasa-indonesia.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Ragam_bahasa

Senin, 25 November 2013

Membuat Pilihan Menu pada Prolog

menu:-nl,
write('---MENU---'),nl,
write('1.BIODATA'),nl,
write('2.LUAS SEGITIGA'),nl,
write('3.LUAS LINGKARAN'),nl,
write('4.KELUAR'),nl,
write('Masukkan Pilihan Anda [1...4] : '),read(P),nl,
(P = 1->nl,
write('BIODATA'),nl,
write('Masukkan Nama :'),read(M),nl,
write('Masukkan NPM :'),read(N),nl,
write('Masukkan Kelas :'),read(K),nl,
write('Nama :'),write(M),nl,
write('NPM :'),write(N),nl,
write('Kelas :'),write(K),nl,
menu;
P = 2->nl,
write('LUAS SEGITIGA'),nl,
write('Masukkan Alas :'),read(A),nl,
write('Masukkan Tinggi :'),read(T),nl,
S is A*T/2,nl,
write('Luas Segitiga :'),write(S),nl,
menu;
P = 3->nl,
write('LUAS LINGKARAN'),nl,
write('Masukkan Jari-jari :'),read(R),nl,
L is 3.14*R*R,nl,
write('Luas Lingkaran :'),write(L),nl,
menu;
P = 4->nl,
write('Anda Telah Keluar'),nl).


Senin, 18 November 2013

ANALISA PERKEMBANGAN BUDAYA INDONESIA



Seperti yang kita ketahui, perkembangan budaya indonesia salalu saja naik dan turun. Pada awalnya, indonesia sangat banyak mempunyai peninggalan budaya dari nenek moyang kita terdahulu, hal seperti itulah yang harus dibanggakan oleh penduduk indonesia sendiri, tetapi sekarang-sekarang ini budaya indonesia agak menurun dari sosialisasi penduduk kini telah banyak yang melupakan apa itu budaya Indonesia. Semakin majunya arus globalisasi rasa cinta terhadap budaya semakin berkurang, dan ini sangat berdampak tidak baik bagi masyarakat asli Indonesia. Terlalu banyaknya kehidupan asing yang masuk ke Indonesia, masyarakat kini telah berkembang menjadi masyarakat modern.. namun akhir-akhir ini indonesia semakin gencar membudidayakan sebagian budaya indonesia, buktinya, masyarakat luar lebih mengenal budaya indonesia dibandingkan masyarakat indonesia.
Sebagai contoh adalah batik hasil dari budaya indonesia, batik tersebut belakangan ini termasuk bahan-bahan yang diminati oleh masyarakat luar. Muncul trend ini dikarenakan batik telah diresmikan bahwa batik tersebut telah ditetapkan oleh UNESCO pada hari jumat tanggal 02 oktober 2009 sebagai warisan budaya indonesia, dan hari itulah ditetapkannya sebagai hari batik nasional.
Ada sejumlah kekuatan yang mendorong terjadinya perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia. Secara kategorikal ada 2 kekuatan yang mmicu perubahan sosial, Petama, adalah kekuatan dari dalam masyarakat sendiri (internal factor), seperti pergantian generasi dan berbagai penemuan dan rekayasa setempat. Kedua, adalah kekuatan dari luar masyarakat (external factor), seperti pengaruh kontak-kontak antar budaya (culture contact) secara langsung maupun persebaran (unsur) kebudayaan serta perubahan lingkungan hidup yang pada gilirannya dapat memacu perkembangan sosial dan kebudayaan masyarakat yang harus menata kembali kehidupan mereka .
Didalam budaya seni, indonesia mempunyai kemajuan. khususnya Tarian tradisional telah mengalami kemajuan yang cukup baik dan telah meranjak ke internasional. Akan tetapi ada beberapa bagian dari budaya indonesia yang di klaim oleh negara lain. Berikut, data dari budaya yang di klaim oleh negara lain:
1. batik dari jawa oleh Adidas
2. Naskah kuno dari riau oleh pemerintah malaysia
3. Naskah kuno dari sumatera barat oleh pemerintah malaysia
4. Naskah kuno dari sulawesi selatan oleh pemerintah malaysia
5. Naskah kuno dari sulawesi tenggara oleh pemerintah malaysia
6. rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
7. Sambal bajak dari jawa tengah oleh oknum WN belanda
8. Sambal petai dari riau oleh oknum WN belanda
9. tempe dari jawa oleh beberapa perusahaan asing
10. lagu rasa sayange dari maluku oleh pemerintah malaysia
11. Tari reog ponorogo dari jawa timur oleh pemerintah malaysia
12. Lagu soleram dari riau oleh pemerintah malaysia
13. Lagu injit-injit semut dari jambi oleh pemerintah malaysia
14. Alat musik gamelan dari jawa oleh pemerintah malaysia
15. Tari kuda lumping dari jawa timur oleh pemerintah malaysia
16. tari piring dari sumatera barat oleh pemerintah malaysia
17. Lagu kakak tua dari maluku oleh pemerintah malaysia
18. Lagu anak kambing saya dari nusa tenggara oleh pemerintah malaysia
19. Kursi taman dengan ornamen ukir khas jepara jawa tengah oleh oknum WN perancis
20. Pigura dengan ornamen ukir khas jepara dari jawa tengan oleh oknum WN inggris
21. Motif batik perang dari yogyakarta oleh pemerintah malaysia
22. Desain kerajinan perak desak suwarti dari bali oleh oknum WN amerika
23. Produk berbahan rempah-rempah dan tanaman obat asli indonesia oleh shiseido Co. Ltd
24. Badik tumbuk lada oleh pemerintah malaysia
25. kopi gayo dari aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) belanda
26. kopi toraja dari sulawesi selatan oleh perusahaan jepang
27. Musik indang sungai garinggiang dari sumatera barat oleh malaysia
28. Kain ulos oleh malaysia
29. alat musik angklung oleh pemerintah malaysia
30.Lagu jali-jali oleh pemerintah malaysia
31. tari pendet dari bali oleh pemerintah malaysia
Dari data tersebut, bisa dibuktikan bahwa masyarakat indonesia sendiri kurang memperhatikan bagian dari budaya indonesia. dan diharapkan untuk masyarakat indonesia lebih memperhatikan bagian dari peninggalan budaya indonesia. dan sekarang akan diupayakan oleh pemerintah agar mendidik anak-anak muda untuk perduli terhadap hal tersebut, dan lebih mengenalkan dari dini sikap akan pentingnya pengetahuan budaya indonesia.